Kamis, 27 Januari 2011

62,7 % REMAJA SMP SUDAH TIDAK PERAWAN


Jakarta, CyberNews. Memprihatinkan! Itulah yang bisa terucap mengetahui hasil survei Komnas Perlindungan Anak yang mencatat sebanyak 62,7 persen remaja SMP menyatakan bahwa dirinya sudah tidak perawan lagi.

Survei itu juga mencatat sebanyak 97 persen remaja SMP dan SMA pernah menonton film porno. Sedangkan jumlah remaja di Indonesia yang pernah melakukan ciuman sebanyak 93,7 persen. Yang lebih mengejutkan lagi, sebanyak 21,2 persen remaja di Indonesia pernah melakukan aborsi.

Ketua Komnas, dalam sambutannya pada acara ajang kreatifitas PIK-Remaja, Sabtu (23/10) menyatakan keprihatinannya terkait hasil survei tersebut. Ketua Komnas berharap agar semua lapisan dapat melakukan pengawasan terhadap remaja saat ini.

51 dari 100 REMAJA TIDAK PERAWAN LAGI.

JAKARTA (Jurnalberita.com) – Pantas bila Ketua Umum PB Muhammadiyah, Din Syamsudin meminta kepada seluruh rakyat Indonesia untuk melakukan tobat nasional. Salah satunya adalah data mengejutkan yang diperoleh Badan Koordinasi Keluarga Bencana Nasional (BKKBN) mengenai prilaku seks dikalangan remaja.

Seperti dikutip dari berita8, Data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada 2010 menunjukkan, 51 persen remaja di Jabodetabek telah melakukan hubungan seks pranikah.

“Artinya, dari 100 remaja, 51 sudah tidak perawan,” ujar Kepala BKKBN Sugiri Syarif, usai memberikan sambutan, pada acara grand final Kontes Rap memperingati Hari AIDS sedunia di lapangan parkir IRTI Monas, Minggu (28/11/2010).

Tak hanya kalangan remaja di Jabodetabek, di beberapa wilayah lain di Indonesia, seks pranikah juga dilakukan beberapa remaja, Misalnya saja di Surabaya tercatat 54 persen, Bandung 47 persen, dan 52 persen di Medan. “Hasil penelitian di Yogya dari 1.160 mahasiswa, sekitar 37 persen mengalamai kehamilan sebelum menikah,” kata Sugiri.

Selain itu, data tentang penyalahgunaan narkoba menunjukkan, dari 3,2 juta jiwa yang ketagihan narkoba, 78 persennya adalah remaja. Sedangkan penderita HIV/AIDS terus meningkat setiap tahunnya.

Solusinya, lanjut Sugiri Syarif, konseling untuk remaja agar tidak melakukan seks pranikah akan terus dilakukan. Dari rilis BKKBN yang diterima wartawan diketahui, estimasi jumlah aborsi di Indonesia per tahun mencapi 2,4 juta jiwa, sebanyak 800 ribu di antaranya terjadi di kalangan remaja.

Berdasarkan data Kemenkes pada akhir Juni 2010 terdapat 21.770 kasus AIDS dan 47.157 kasus HIV positif dengan persentase pengidap usia 20-29 tahun yakni 48,1 persen dan usia 30-39 tahun sebanyak 30,9 persen. Selain itu kasus penularan terbanyak adalah heteroseksual sebanyak 49,3 persen, homoseksual sebanyak 3,3 persen dan IDU 40,4 persen.(jb2*)